Kabar Karanganyar, — Kunjungan wisatawan ke objek wisata Telaga Kusuma, Desa Tunggulrejo, Kecamatan Jumantono, Kabupaten Karanganyar, selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026 masih belum sesuai harapan pengelola. Jumlah pengunjung tercatat menurun dibandingkan periode libur akhir tahun sebelumnya.
Di tengah ramainya arus wisatawan ke kawasan Tawangmangu dan Ngargoyoso, Telaga Kusuma justru belum merasakan dampak signifikan dari momentum libur panjang. Meski demikian, pengelola tetap optimistis karena masa libur sekolah masih berlangsung hingga awal Januari 2026.
Kepala Desa Tunggulrejo, Parno Karyo Sumarto, yang juga selaku pengelola Telaga Kusuma, mengatakan capaian kunjungan selama libur Nataru masih berada di bawah target yang telah ditetapkan.
“Secara realita memang belum sesuai harapan, tapi kami masih punya waktu. Tim pemasaran masih terus bergerak. Harapannya sampai tanggal 4 Januari nanti bisa mengejar target,” ujar Parno, Sabtu (27/12/2025).
Ia menegaskan, kondisi Telaga Kusuma tidak bisa disebut sepi. Namun jumlah wisatawan yang datang masih belum memenuhi target harian.
“Kalau dibilang sepi, tidak. Tapi memang masih kurang dari target yang kita tetapkan,” jelasnya.
Berdasarkan data sementara pengelola, jumlah kunjungan sejak 25 Desember mengalami penurunan sekitar 25 hingga 30 persen dibandingkan libur Nataru tahun lalu. Sepanjang tahun 2025, Telaga Kusuma menargetkan kunjungan sebanyak 150 ribu wisatawan. Namun hingga akhir tahun, realisasi diperkirakan hanya mencapai sekitar 120 ribu hingga 130 ribu pengunjung.
“Target global tahun ini 150 ribu, tapi kemungkinan realisasinya hanya di kisaran 120 sampai 130 ribu pengunjung,” ungkap Parno.
Terkait belum tercapainya target tersebut, Parno menyebut belum bisa menarik kesimpulan pasti. Ia menduga berbagai faktor makro, termasuk kondisi ekonomi, turut memengaruhi minat kunjungan wisata. Untuk mengejar ketertinggalan selama sisa libur Nataru, pengelola akan mengintensifkan promosi melalui media sosial.
“Secara geografis kami berada di wilayah selatan Karanganyar. Sementara wisatawan luar kota biasanya lebih mengenal Tawangmangu dan Ngargoyoso. Karena itu promosi digital menjadi sangat penting,” terangnya.
Saat libur Nataru, jumlah kunjungan harian Telaga Kusuma berada di kisaran 600 hingga 700 orang per hari. Angka tersebut masih jauh dari target harian sekitar 1.500 pengunjung. Mayoritas wisatawan berasal dari luar Kabupaten Karanganyar, khususnya wilayah Solo Raya dan sekitarnya, sementara kontribusi pengunjung lokal dinilai masih relatif kecil.
“Sebagian besar dari luar kota. Kalau dari Karanganyar sendiri memang belum terlalu besar,” katanya.
Pada libur akhir tahun ini, pengelola belum menghadirkan wahana baru. Pengembangan Telaga Kusuma saat ini difokuskan pada wisata pendukung, terutama sektor agro wisata.
“Kami fokus ke wisata pendukung, seperti greenhouse dan wisata pertanian. Saat ini masih dalam proses,” ujarnya.
Pengembangan tersebut direncanakan mulai dipasarkan pada tahun depan dan ditargetkan siap menyambut libur Lebaran 2026. Selama periode 25 Desember hingga 1 Januari, pengelola memberlakukan tarif tiket masuk sebesar Rp20 ribu per orang, naik dari harga normal Rp15 ribu. Tarif normal akan kembali diberlakukan mulai 2 Januari 2026.
Salah seorang pengunjung asal Pati, Jawa Tengah, Budiyono (47), mengaku baru pertama kali berkunjung ke Telaga Kusuma bersama keluarganya. Ia mengetahui objek wisata tersebut melalui media sosial.
“Kami dari Pati, liburan bareng keluarga. Kebetulan sedang di rumah mertua di Wonogiri, lalu pengin ke Tawangmangu,” ujar Budiyono.
Setelah berwisata di kawasan Tawangmangu, ia dan keluarganya memutuskan mampir ke Telaga Kusuma untuk mencari suasana berbeda.
“Ini baru pertama kali ke sini. Tahu dari TikTok. Anak-anak pengin main air, jadi sekalian ke sini,” katanya.
Menurutnya, Telaga Kusuma menjadi alternatif wisata keluarga untuk menikmati suasana yang lebih santai.
“Cari warna baru saja, biar anak-anak bisa mandi dan santai,” pungkasnya. (HdsK2)












