Umum  

Mbah Sedeng Resah Dengan Sampah, Lahirkan Mesin ” Predator Sampah “

Kabar Karanganyar, – Keresahan masyarakat dunia terhadap permasalahan sampah seakan dirasakan juga oleh warga Karanganyar yang dari tahun ke tahun menjadi masalah tersebut yang tak kunjung terselesaikan.

Hal tersebut menjadi bahan pikiran dari seorang warga Karanganyar Suwardi ( Mbah Sedeng) asal desa Cengklik, Tawangmangu. Kegelisahan terhadap permasalahan sampah memicu daya kreatif Mbah Sedeng untuk berinovasi lahirkan mesin pengolah sampah dari limbah.

Terinspirasi dari lokomotif kereta uap mbah Sedeng mulai meramu onderdil mesin dengan mengumpulkan limbah di sekitarnya agar bisa di rakit menjadi layaknya lokomotif kereta uap yang berbahan bakar kayu,ampas tebu batu bara. Dengan harapan jika sudah jadi nantinya kayu atau bahan lain itu diganti dengan sampah.

Relawan Sampah Desa. Plumbon Tawangmangu memasukan sampah ke tungku predator sampah

Sehingga keberadaan sampah akan habis terbakar dengan mesin tersebut. ” Sederhananya seperti mesin ( Sepur) kereta api yang bahan bakarnya menggunakan kayu atau sepah tebu. Kami usahakan kayu atau sepah itu adalah sampah yang kita kumpulkan dan pasti sampah sampah tersebut akan habis terbakar di dalam mesin. ” Jelas Mbah Sedeng.(kamis, 27 Februari 2025)

Berkat kegigihannya dalam berinovasi untuk menyelesaikan sampah di lingkunganya Mbah Sedeng akhirnya mampu melahirkan mesin pengolah sampah yang diberi nama ” Predator Sampah “. Predator sampah hasil karya Mbah Sedeng saat ini sudah dimanfaatkan oleh beberapa desa di Tawangmangu.

Mbah Sedeng tunjukan contoh hasil daur ulang limbah predator sampah miliknya kepada SekDa Karanganyar Timotius

Sekretaris Daerah Kabupaten Karanganyar Timotius disaat mengunjungi lounching lokasi pengolahan sampah Desa Plumbon Tawangmangu pada hari Sabtu 27 Februari 2025 menyatakan bahwa dengan hasii inovasi dari Mbah Sedeng permasalahan sampah di kabupaten Karanganyar akan segera terselesaikan.

Karena menurut beliau predator sampah milik Mbah Sedeng ini sangat efisien untuk dimanfaatkan oleh desa – desa dalam pengelolaan sampah di desa tersebut. Predator sampah yang berkapasitas sedang di klaim mampu mengolah sampah yang tertampung selama 4 hari hanya dengan 4 jam pembakaran.

Oleh karena itu saat ini predator sampah hasil karya Mbah Sedeng yang merupakan mahasiswa DO dari fakultas tekhnik salah satu akademi tekhnik di Surakarta ini direkomendasikan untuk mengikuti ajang pameran kreatif skala nasional KREANOVA.

” Untuk itu ( merekomendasi predator sampah untuk digunakan di desa – desa di Kabupaten Karanganyar) kita ambil diskresi agar sampah selesai di desa, dan untuk itu akan kita buktikan di KRENOVA nanti. ” Ujar Timotius. (Hds/K2)