Umum  

Tratak Hajatan Roboh di Jumantono, Satu Korban Jalani Perawatan Intensif

IMG 20260409 WA0247
Relawan kebencanaan bersama kalakhar BPBD Karanganyar lakukan pendataan korban yang mendapatkan perawatan intensif di RSUD Kartini Karanganyar

Kabar Karanganyar, – Hujan lebat yang disertai angin ribut melanda Kabupaten Karanganyar pada Kamis sore,(9/04/2026). Dampak cuaca ekstrem tersebut menyebabkan sejumlah kejadian bencana, mulai dari pohon tumbang di berbagai titik hingga insiden tratak hajatan ambruk yang mengakibatkan korban luka.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Karanganyar, Hendro Prayitno, menyampaikan bahwa berdasarkan laporan sementara, terdapat sedikitnya sembilan titik pohon tumbang yang tersebar di Kecamatan Karanganyar dan Jumantono. Selain itu, pohon tumbang juga sempat mengganggu akses jalan di beberapa jalur utama, di antaranya jalur Matesih sisi selatan sebanyak tiga titik, jalur Karanganyar–Ngrawoh dua titik, serta Jalan Lawu di Desa Serut dua titik.

“Selain pohon tumbang, kami juga menerima laporan adanya kebakaran rumah di Desa Sedayu, Kecamatan Jumantono,” ujar Hendro.

Peristiwa yang cukup menjadi perhatian terjadi di wilayah Kecamatan Jumantono, tepatnya di Dukuh Puntuk Unggul, Desa Tunggulrejo. Sebuah tratak hajatan warga dilaporkan roboh saat acara berlangsung akibat hujan deras disertai angin kencang.

Kepala Desa Tunggulrejo, Parno Karyo Sumarno, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa saat itu warga tengah menghadiri hajatan pernikahan dan berkumpul di bawah tratak untuk menghindari hujan.

“Waktu itu hujan deras, warga berkumpul di satu titik di bawah tratak, kemudian tiba-tiba roboh,” ujarnya.

Informasi dari relawan di lapangan menyebutkan kejadian berlangsung sekitar pukul 15.00 WIB. Dalam insiden tersebut, beberapa warga tertimpa rangka tratak yang ambruk.

“Korban ada tiga orang di lokasi ini, satu mengalami patah kaki, sementara lainnya masih menunggu hasil rontgen,” ungkap Wahyu Prasetyo salah satu relawan Jumantono.

Sementara itu, berdasarkan data BPBD Karanganyar, kejadian di Tunggulrejo, Kecamatan Jumantono, total ada sembilan korban luka. Lima orang telah mendapatkan penanganan puskesmas setempat dan diperbolehkan pulang, sedangkan empat lainnya sempat dirujuk ke RSUD Kartini Karanganyar.

“Dari laporan terakhir, tiga korban sudah diperbolehkan pulang, sedangkan satu orang harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit,” jelas Hendro.

Pemerintah Kabupaten Karanganyar memastikan seluruh biaya pengobatan korban akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah daerah sebagai bentuk tanggung jawab atas kejadian bencana tersebut.

Hingga saat ini, pendataan korban dan dampak kerusakan masih terus dilakukan oleh pihak terkait. BPBD Karanganyar mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi, terutama hujan lebat disertai angin kencang, serta menghindari aktivitas di luar ruangan saat kondisi cuaca memburuk. (Hds/K2)