BUDAYA  

Ketua DPRD Jawa Tengah Sumanto, Fasilitasi Peringatan Hari Wayang Dunia, Gelar 30 Jam Pertunjukan Wayang Bersama 23 Dalang

IMG 20251107 211707
Ketua DPRD Jawa Tengah Serahkan Gunungan Wayang Kepada Ki Sular Pringgo Carito Tanda dimulainya pagelaran wayang kulit selama 30 jam dengan 23 Dalang dari Paguyuban Dalang Karanganyar (PDK)

Kabar Karanganyar, — Memperingati Hari Wayang Nasional sekaligus Hari Wayang Sedunia, Paguyuban Dalang Karanganyar (PDK) menggelar pertunjukan wayang selama 30 jam tanpa jeda, yang disajikan oleh 23 dalang asli Kabupaten Karanganyar.

Pagelaran istimewa tersebut digelar di kediaman H. Sumanto, S.H, Ketua DPRD Jawa Tengah, dengan lakon “Bhatharayudha Jaya Binangun”. Pertunjukan berlangsung dengan melibatkan empat shift pengrawit dan sinden yang tampil bergantian.

Ketua PDK, Ki Sular Pringgo Carito, menyampaikan bahwa pagelaran akbar tersebut dapat terselenggara dengan baik berkat fasilitasi penuh dari Ketua DPRD Jawa Tengah yang memiliki program sosialisasi melalui media tradisional.

“Kami ucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Ketua DPRD Jawa Tengah, Pak Manto, yang telah memfasilitasi kami. Perlu diketahui, empat tahun lalu jika kami ingin menggelar pentas seperti ini, teman-teman harus urunan. Namun kali ini kami difasilitasi penuh mulai dari tempat, konsumsi, hingga biaya operasional lainnya,” ujar Ki Sular.

Dalam sambutannya, dalang asal Tawangmangu itu juga memberikan apresiasi khusus kepada H. Sumanto yang dinilainya memiliki dedikasi tinggi dalam melestarikan budaya tradisional, khususnya wayang kulit.

“Bapak Sumanto bagi kami Paguyuban Dalang Karanganyar adalah Bapak Wayang Jawa Tengah sekaligus Bapak Pembangunan Kabupaten Karanganyar,” tegasnya.

Sementara itu, H. Sumanto, S.H dalam sambutannya menyampaikan gagasan agar setiap kepala desa dan lurah di Kabupaten Karanganyar berinisiatif membuat Peraturan Desa (Perdes) tentang pelestarian seni budaya tradisional.

“Jika para kades membuat perdes tentang pelestarian kesenian tradisional, misalnya mewajibkan setiap warga yang punya hajatan untuk menampilkan satu kesenian tradisional, maka kesenian kita akan tetap lestari karena selalu ditampilkan,” ujarnya.

Menurut Sumanto, komitmen tersebut penting di tengah semakin dominannya hiburan modern di masyarakat. Ia berharap, melalui regulasi desa, seni tradisi dapat kembali menjadi bagian dari keseharian masyarakat.

“Jika ada perdes, anak-anak akan belajar menari, nyinden, ndalang, dan lainnya. Tidak hanya dangdutan atau campursari saja. Kesenian tradisional harus kita tampilkan agar menjadi komoditas lokal yang turut meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Pagelaran 30 jam tanpa henti tersebut menjadi bukti kuat komitmen Paguyuban Dalang Karanganyar bersama Ketua DPRD Jawa Tengah dalam menjaga eksistensi budaya lokal dan mewariskannya kepada generasi mendatang.(Hds/K2)